Day 1
Berangkat dari Bandara Soeta Jam 7:55 WIB menggunakan Air
Asia dengan kode penerbangan QZ7516 tujuan Denpasar. Setelah sekitar mengudara
selama 2 jam akhirnya pesawat pun landing di Bandara Internasional Ngurah Rai
Bali jam 11:00 WITA.
Pada awalnya kami berpikiran menginap di Airport malam itu,
tapi melihat kondisi yang ada kami pun berubah fikiran karena tidak
memungkinkan. Akhirnya kami berjalan keluar bandara, sebelum sampai luar banyak
sekali supir taksi yang menawarkan jasa namun berdasarkan info kalau di Bandara
Ngurah Rai Bali taksi Blue Bird tidak masuk ke area bandara jadi kami
memutuskan untuk berjalan keluar bandara. Dan ternyata jauh juga ya..
1 jam kami habiskan untuk berjalan keluar bandara, sampai
melewati patung kuda, krisna dan tempat-tempat familiar lainnya. Akhirnya kami
berhenti dan menyetop taksi yang lewat meskipun itu bukan Blue Bird. (Sia-sia
gak sih?). Supir bertanya, “Kemana dek?”. Dan saya menjawab, “Poppies Lane II
pak”. Memang benar-benar kelakuan sopir taksi disini, mereka akan mengambil
rute terjauh kalau ada penumpang yang tidak tau jalan dan bagusnya saat itu GPS
saya aktif dan dapat menujukan arah yang tercepat.
Sampai di poppie kami bingung mencari penginapan, kami
berjalan sampai legian dan belum juga dapat. Terlalu banyak calo yang
menawarkan harga tinggi. Akhirnya kami memutuskan dengan cara masuk ke tempat
penginapan satu per satu agar dapat harga yang pasti. Dan kami pun dapat yang
harganya 100rb, memang sebenarnya agak mahal untuk ukuran poppies lane namun
mengingat waktu sudah menunjukkan pukul 01:00 wita kami memutuskan untuk
mengambil tawaran harga tersebut. Setelah check-in kami mencari makan disekitar
legian untuk mengisi perut yang kosong dan setengah masuk angin ini. Kemudian
setelah perut terisi kami pun langsung tidur mengumpulkan energi untuk memulai perjalanan ke lombok pagi
harinya.
Day 2
Niat berangkat jam 6 pagi pun gagal karena kami baru tidur
sekitar jam 3 pagi. Jadilah jam 8 setelah mandi kami bergegas berangkat ke
Lombok. Menyetop taksi Blue Bird dari Legian dengan tujuan pertama Terminal
Ubung yang berada di Denpasar. Argo untuk Legian-Terminal Ubung mencapai 80rb
rupiah. Setelah taksi berhenti kami terkejut karena beberapa orang menghampiri
taksi bahkan membuka pintu taksi kami. Ya, mereka adalah calo terminal ubung
yang sangat agresif, bahkan ada calon penumpang barang jinjingannya di ambil
paksa dan di naikan ke bus manapun kemudian mereka meminta bayaran atas itu.
(That’s fuckin stupid man!)
Kami pun ditawari harga 50rb, tapi kami menolak. Berbagai
jurus kami pakai menolak sampai saya mencari bus sendiri yang tujuannya adalah
pelabuhan Padang Bay. Bus sejenis metro mini ada tulisan Padang Bay, saya pun
menghampirinya dan langsung bertanya kepada supir berapa tarifnya. Kata
supirnya “Tanya kepada kondekturnya!”, lalu saya bertanya kepada kondektur yang
dimaksud. Si kondektur memberi harga 40rb dengan alasan ini bis terakhir menuju
Padang Bay namun saya tidak mau kalah, saya menawar 20rb dan si kondektur pun
sewot, “20rb iitu dulu sebelum BBM naik dek!!” Kata si kondektur. Akhirnya saya
menawar sekuat tenaga, dengan alasan seorang mahasiswa kami pun dapat harga
30rb sampai Padang Bay. Perjalanan panjang terasa sangat lama sekali, jalan
berbelok-belok tidak juga sampai ke Padang Bay malah kami tiba di sebuah
terminal kecil di dalam sebuah pasar. Ya, nasib sial menimpa kami. Dengan
alasan sepi penumpang supir bus itu meminta kami turun dan kami pun di oper ke
angkutan lain yang mereka sebut “Lane” sejenis angkot kalau di Jakarta mah.
Supir bus itu memberi uang kepada si supir lane agar mengantar kami sampai ke
Padang Bay, 20 menit kami menunggu waktu sudah terbuang begitu saja namun lan
belum jalan juga. Supir lane bilang hari ini sepi penumpang dan lane baru akan
jalan paling tidak kalau ada dua penumpang lagi. Kami menunggu tapi tak jalan
juga dan si supir memberikan penawaran. “Berikan saya uang bensin /orang 15rb
maka akan saya jalankan lane ini sampai Padang Bay”. Oh, sialan dan akhirnya
kami kalah dalam tawar-menawar kali ini.
Kami sampai di Padang Bay sekitar pukul setengah 12 siang.
Seperti orang yang ling-lung kami sudah diincar oleh calo-calo pelabuhan. Agar
tidak kelihatan ling-lungnya ketika kami ditanya oleh orang sekitar kami bilang
kami mau cari tempat makan. Dan mereka menunjukan warung jawa di depan pintu
pelabuhan. Kami pun makan dulu di sana. Setelah perut kenyang kami langsung
menuju loket penjualan tiket kapal. Harga tiketnya 40rb rupiah untuk satu
orangnya dan 120rb rupiah untuk motor + 2 orang penumpang.
Setelah masuk ke kapal ternyata bagus juga dalamnya, ada tv,
sofa dan ac. 4 jam durasi penyebrangan by kapal fery dari Pelabuhan Padang Bay,
Bali menuju Pelabuhan Lembar di Lombok.
Waktu menunjukan pukul 5 sore, ketika kami turun dari kapal
langsung ada yang menghampiri. Orang-orang itu menawarkan sewa mobil sampai
tempat tujuan. Perlu di ketahui sebelumnya kalau Pulau Lombok ini sangat jarang
angkutan umum hal yang terbaik adalah punya kendaraan pribadi sendiri. Karena
kami ngeteng dari Bali jadi kami mau tak mau menyewa kendaraan tersebut. APV
150rb dari Lembar sampai Senggigi. Memang agak mahal sih untuk kami, tapi mau
apalagi waktu sudah hampir magrib dan kami masih di Pelabuhan. Setelah deal, kami
langsung bergegas ke APV dan menuju Senggigi untuk mencari penginapan.
Sampai Senggigi kami mencari penginapan termurah di dalam
Gang Masjid, 120rb adalah harga pasaran penginapan murah di kawasan itu. Tapi
kami berhasil menawar hingga dapat harga 100rb include sarapan di Senggigi Hill
View. Kami akan menghabisi malam di penginapan itu, sebelum tidur kami mencari
penyewaan motor di kios-kios jalan Raya Senggigi. Tarif pasarannya 60rb-70rb
tapi kami menawar hingga dapat harga 50rb/harinya. Sesudah dapat rental motor
dan makan kemudian kami kembali ke penginapan dan beristirahat untuk besok
hari.
Day 3
hari ketiga ini tujuan kami adalah Gili Trawangan, letaknya di utara pulau Lombok. Untuk menuju Gili Trawangan kita perlu berkendara selama sekitar 1 jam dari Senggigi menuju pelabuhan Bangsal. Disana adalah tempat penyebrangan antar pulau. Dari bangsal kami menggunakan public boat bertarif 10rb rupiah untuk sampai ke Gili Trawangan. Boat baru akan jalan kalau pembeli karcis telah mencapai 30org.
Butuh waktu kira-kira 2 jam penyebrangan dari Bangsal menuju Gili Trawangan. Setelah sampai Gili Trawangan banyak orang yang menawarkan penginapan silakan saja pilih untuk penginapan murah rata-rata sekitar 120-200rb rupiah. Pintar-pintar menawar dalam hal ini.
Setelah memutuskan menginap di Gerald Home Stay dengan tarif 120rb/malam kami langsung bergerak hunting foto dan jalan-jalan. Ada tiga pilihan untuk moda transportasi di sini, pertama anda bisa menyewa sepeda seharga 35rb, Cidomo (sejenis delman) sekitar 100rb, atau yang paling hemat jalan kaki.. Tinggal pilih!
Jangan lewatkan yang namanya snorkling & diving di sini. Anda bisa daftar di agent-agent sepanjang jalan di gili. Namun sayangnya saat saya ingin snorkling cuaca sangat mendung sehingga saya mengurungkan niat untuk melakukannya.
Malam hari cobalah keluar, sekedar makan di pasar malam atau yang suka party banyak bar di sini yang mengadakan party. Saran saya sih jangan terlalu asik dalam party, ingat waktu dan jangan terlalu malam untuk kembali ke home stay. Kenapa saya berkata seperti itu, ada moment yang tidak boleh anda lewatkan saat pagi. Ya, sunrise di sini sangat menarik. Bagi para pecinta photografi coba anda berjalan menuju dermaga, siapkan kamera .anda dan berpandanglah ke arah bukit di depan dermaga. Jika cuaca baikmanda akan melihat pemandangan golden sunrise apalagi saat matahari muncul dari balik bukit sinarnya terpancar sangat indah...
Setelah kami mendapatkan momen golden sunrise kami langsung kembali ke home stay dan berkemas untuk kembali ke bangsal dan melanjutkan perjalanan kami selanjutnya menuju Lombok Timur.
Day 4
Tujuan perjalanan kami kali ini menuju tiga titik yakni Tanjung Ringgit, Pantai Tangsi (Pink Beach) dan Tanjung Beloam. Tiga titik ini searah dan sangat berdekatan tepatnya di Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur. Kami berpandu kepada GPS, perjalanan ke tempat tersebut memakan waktu sekitar 3 jam melewati Jalan kota, desa, naik dan turun bukit. Setelah sampai di Jerowaru akses jalan menuju ketiga tempat tersebut sangatlah buruk, pemandangan dan keadaannya pun gersang. Pohon-pohon tanpa daun, tanah yang kering, sungguh sangat membuat berfikir dua kali untuk ke sana.
Setelah bete dan hampir putus asa kami pun berhasil sampai ke tempat tujuan. Tanjung Ringgit dan Pink Beach. Namun satu tempat tujuan kami yaitu Tanjung Beloam tidak dapat kami capai karena tidak diizinkan masuk kecuali tamu cottage disana. Kabarnya sangat mahal menginap di sana mencapai 3juta per malam.
Setelah cukup puas mengambil gambar di Tanjung Ringgit dan Pink Beach kami pun bergerak kembali ke kota, maksud hati ingin ke Pantai Kuta, namun waktu yang terbatas mengurungkan niat kami. Mungkin lain waktu kami akan berkunjung dan untuk kali ini kami memutuskan untuk bermalam di Mataram.
hari ketiga ini tujuan kami adalah Gili Trawangan, letaknya di utara pulau Lombok. Untuk menuju Gili Trawangan kita perlu berkendara selama sekitar 1 jam dari Senggigi menuju pelabuhan Bangsal. Disana adalah tempat penyebrangan antar pulau. Dari bangsal kami menggunakan public boat bertarif 10rb rupiah untuk sampai ke Gili Trawangan. Boat baru akan jalan kalau pembeli karcis telah mencapai 30org.
Butuh waktu kira-kira 2 jam penyebrangan dari Bangsal menuju Gili Trawangan. Setelah sampai Gili Trawangan banyak orang yang menawarkan penginapan silakan saja pilih untuk penginapan murah rata-rata sekitar 120-200rb rupiah. Pintar-pintar menawar dalam hal ini.
Setelah memutuskan menginap di Gerald Home Stay dengan tarif 120rb/malam kami langsung bergerak hunting foto dan jalan-jalan. Ada tiga pilihan untuk moda transportasi di sini, pertama anda bisa menyewa sepeda seharga 35rb, Cidomo (sejenis delman) sekitar 100rb, atau yang paling hemat jalan kaki.. Tinggal pilih!
Jangan lewatkan yang namanya snorkling & diving di sini. Anda bisa daftar di agent-agent sepanjang jalan di gili. Namun sayangnya saat saya ingin snorkling cuaca sangat mendung sehingga saya mengurungkan niat untuk melakukannya.
Malam hari cobalah keluar, sekedar makan di pasar malam atau yang suka party banyak bar di sini yang mengadakan party. Saran saya sih jangan terlalu asik dalam party, ingat waktu dan jangan terlalu malam untuk kembali ke home stay. Kenapa saya berkata seperti itu, ada moment yang tidak boleh anda lewatkan saat pagi. Ya, sunrise di sini sangat menarik. Bagi para pecinta photografi coba anda berjalan menuju dermaga, siapkan kamera .anda dan berpandanglah ke arah bukit di depan dermaga. Jika cuaca baikmanda akan melihat pemandangan golden sunrise apalagi saat matahari muncul dari balik bukit sinarnya terpancar sangat indah...
Setelah kami mendapatkan momen golden sunrise kami langsung kembali ke home stay dan berkemas untuk kembali ke bangsal dan melanjutkan perjalanan kami selanjutnya menuju Lombok Timur.
Day 4
Tujuan perjalanan kami kali ini menuju tiga titik yakni Tanjung Ringgit, Pantai Tangsi (Pink Beach) dan Tanjung Beloam. Tiga titik ini searah dan sangat berdekatan tepatnya di Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur. Kami berpandu kepada GPS, perjalanan ke tempat tersebut memakan waktu sekitar 3 jam melewati Jalan kota, desa, naik dan turun bukit. Setelah sampai di Jerowaru akses jalan menuju ketiga tempat tersebut sangatlah buruk, pemandangan dan keadaannya pun gersang. Pohon-pohon tanpa daun, tanah yang kering, sungguh sangat membuat berfikir dua kali untuk ke sana.
Setelah bete dan hampir putus asa kami pun berhasil sampai ke tempat tujuan. Tanjung Ringgit dan Pink Beach. Namun satu tempat tujuan kami yaitu Tanjung Beloam tidak dapat kami capai karena tidak diizinkan masuk kecuali tamu cottage disana. Kabarnya sangat mahal menginap di sana mencapai 3juta per malam.
Setelah cukup puas mengambil gambar di Tanjung Ringgit dan Pink Beach kami pun bergerak kembali ke kota, maksud hati ingin ke Pantai Kuta, namun waktu yang terbatas mengurungkan niat kami. Mungkin lain waktu kami akan berkunjung dan untuk kali ini kami memutuskan untuk bermalam di Mataram.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar